ibrahim.Bedeng.com

Archive for the ‘KAMMI’


Waaa,,,, Indonesiaku!!!!!!!!!!

Waaa,,,, Indonesiaku!!!!!!!!!!

Sedih rasanya melihat negeriku saat ini,
BBM naik, harga sembako ikut naik, rakyat tak mampu membeli, rakyat kelaparan….
Di sisi lain, pendidikan pun butuh dana, berobat butuh dana, pembangunan pun butuh dana….
Kalo BBM ga naik, negara tambah ngutang, energi,,,,, masih tersisa kah?

Sementara itu, di sisi lainnya lagi,
Korupsi masih membudaya, kasus BLBI ga tuntas-tuntas, wakil rakyat hidup bermewahan, rapat dewan di villa-villa mahal, kampanye pilkada tiap hari, dsb, dll….
Rakyatnya juga banyak yang membuang-buang uang demi sebatang rokok, banyak juga yang merusak fasilitas umum, ada pula yang menebangi hutan seenaknya, membuang sampah sembarangan, boros listrik, boros air, dst, dkk….

Mahasiswa, kemanakah dirimu?
Terkungkung dalam rutinitas kehidupan kampus? Menikmati aktivitas akademik? Disibuki kegiatan di organisasi? Atau keasyikan liqo & ngaji?

Oi,, rakyat butuh kita sekarang cuy!
Apa harus nunggu ente-ente lulus?
Apa harus nunggu ente-ente uda kerja?
Apa harus nunggu ente-ente masuk syurga?

Tapi,,, kita bisa apa?
Aksi?
Reaksi?
Ngaji?
PTI? (Yg ini khusus TI )

Yang jelas ga cuma diem di kampus aja khan?
Ngapain donk??????????????????????????????????????????????
Ah,,,, mahasiswa,,,
cem mana kau ini?

Berjuta rakyat menanti tanganmu,
Mereka lapar dan bau keringat,
Kusampaikan salam-salam perjuangan,
Kami semua cinta-cinta Indonesia……..

Betapa berat rasa di hati, ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan, dan pasrah oleh

Pemuda dan Reformasi Pendidikan Bangsa

KAMMI.or.id -
Oleh: Wayan Sohib
Kadept. Kaderisasi KAMMI Komsat. Universitas Pasundan

Editor : Ramlan Nugraha
Sekum KAMMI Daerah Bandung

Sejarah itu ada karena adanya pemuda, sejarah itu pun hidup karena hidupnya para pemuda. Hidup yang berarti bercahaya ruhaninya, mengakar pemikirannya, dan berkembang gerakannya. Kehidupan seperti ini disebut sebagai kehidupan yang integratif, yaitu kehidupan yang memiliki kepribadian utuh dalam gerakannya yang mencakup ketiga aspek diatas. Masyarakat pun sudah merasakan hasil kerja-kerja nyata para pemuda, terkhusus disini Mahasiswa. Termasuk pada masa reformasi saat ini bahwa masyarakat sudah berada pada kondisi bebas dalam berekspresi disetiap sektor kehidupannya tanpa ada tekanan, batasan, dan sekatan yang tidak seperti pada masa orde baru berkuasa.

Marilah kita sedikit berjalan-jalan melihat prestasi para pemuda dibeberapa negeri. Bila kita meneropong pergerakan pemuda di tanah Yunani misalnya yang dimotori oleh Mahasiswa, bahwa mereka berhasil meruntuhkan rezim otoriter. Dengan National Union of Greek Students sebagai wadah perjuangan Mahasiswa Yunani berhadapan dengan rezim tiran Papandreou. Mereka bergerak menuntut kebebasan, demokrasi, keadilan sosial dan penghormatan terhadap HAM (Hak Asasi Manusia). Rezim Papandreou merespon aksi Mahasiswa dengan represif, dan seorang Mahasiswa pun gugur menjadi pahlawan reformasi Yunani pada saat demonstrasi di Gedung Parlemen. Akhirnya dengan semangat perlawanan dan persaudaraan mampu menjatukan rezim Papandreou. Di Amerika latin pun diktator Batista berhasil ditumpas oleh tokoh muda revolusioner Che Guevara dan rezim Fidel Castro. Lalu di Turki pada tanggal 29 Mei 1960 para Mahasiswa berhasil menggulingkan Bapak Menderes yang korup dengan korban meninggal dunia sebanyak 20 Mahasiswa. Pada tahun yang sama juga Mahasiswa Korsel membuat sejarah dengan menurunkan rezim korup Dr. Syngman Rhee yang berkuasa selama 12 tahun. Dan masih banyak prestasi kaum muda lainnya di berbagai Negara yang tidak mungkin bisa semuanya di goreskan secara detail dikertas kecil ini. Termasuk juga gerakan Reformasi tahun 1998 di Jakarta yang menewaskan 4 orang reformis dari trisakti atas perlawanan represif rezim otoriter orde baru waktu itu, namun prestasi gemilang sudah digoreskan dilembar sejarah manusia akhir abad 20 itu dengan semangat reformasi seluruh Mahasiswa Indonesia yang berkumpul di gedung MPR RI mampu menyadarkan penguasa orde baru pada posisi finishing sebagai tiran yang telah berkuasa selama 32 tahun. Dunia pun menjadi saksi heroisme demonstran Mahasiswa yang memenuhi jalan-jalan di berbagai daerah.

Revitalisasi Peran Pemuda

Jika mengkaji secara cermat sejarah para nabi dan para pemimpin dunia masa lalu, maka hampir dipastikan kejayaan dan kemenangan mereka senantiasa terjadi dengan dukungan para pemuda. Demikian pula dalam sejarah kontemporer, pemuda dan Mahasiswa menorehkan tinta emas dalam momentum-momentum besar perjalanan bangsanya yang dicatat dalam sejarah. Pemuda merupakan warisan termahal milik bangsa ini. Dengan segala kemudaannya berada dalam puncak kekuatan manusia dalam berbagai aspek potensinya, yang pertama memiliki Potensi Spiritual, dimana ketika pemuda itu meyakini sesuatu, seorang pemuda dan Mahasiswa sejati akan memberi sesuatu apapun yang dia miliki dan dia sanggupi secara ikhlas tanpa mengharapkan pamrih apa pun. Mereka berjuang dengan sepenuh hati dan jiwa sesuai dengan kadar kemampuan yang dimiliki dan maksimalisasi setiap wacana implementatifnya.

Kedua, memiliki Potensi Intelektual yang memang posisinya berada dalam puncak kekuatan intelektualnya. Daya analisis yang kuat didukung dengan spesialisasi keilmuan yang dipelajari menjadikan kekritisan mereka berbasis Intelektual karena didukung pisau analisis yang tajam. Ketiga, memiliki Potensi Emosional dengan keberanian dan semangat yang senantiasa bertalu-talu dalam dada berjumpa dengan jiwa muda sang pemuda dan Mahasiswa. Kemauan yang keras dan senantiasa menggelora dalam dirinya mampu menular kedalam jiwa bangsanya, yang memang bahwa nadi dari sebuah negeri adalah berada pada pemudanya. Maka, jangan heran mereka pun seringkali menantang arus zaman dan mampu membelokkan arah sejarah sebuah bangsa. Keempat, memiliki Potensi Fisikal yng secara fisik pun mereka berada dalam puncak kekuatan dan diantara dua kelemahan yaitu kelemahan ketika bayi dan kelemahan ketika tua atau pikun. Dan pemuda berlepas diri dari dua kelemahan tersebut.

Keempat potensi tersebut merupakan potensi yang layak untuk direvitalisasi kondisinya. Potensi-potensi tersebut semakin langka untuk dijumpai dan semakin kecil saja ruang-ruang dalam pengokohannya. Karena suatu keniscayaan bahwa optimalisasi keempat potensi tersebut didalam diri setiap pemuda akan membawa reformasi nyata untuk negerinya. Dan perpaduan diantaranya sedang berada dalam puncak kekuatannya menjadikan para pemuda dan gerakan yang dibangunnya senantiasa diperhitungkan dalam keputusan-keputusan besar sebuah bangsa.

Sudah merupakan suatu keharusan akan peran-peran dan kebermanfaatan pemuda dan Mahasiswa terus direvitalisasi dan kembali disadari setiap saat. Bosan, jenuh dan malas merupakan penyakit paling berbahaya bagi seorang pemuda. Penyakit itu akan berefek besar bagi keberlangsungan akademik dan cita-citanya. Tidak sedikit para pemuda yang tidak bisa menjawab dengan tegas ketika ada pertanyaan yaitu setelah lulus belajarnya atau satu detik setelah lulus sidang skripsinya mau kemana engkau pergi? Mau dibawa kemana ijazahmu? Mau jadi buruh atau pemimpinkah? Mereka membisu tidak ada kalimat yang yakin untuk dijadikan jawaban. Karena ada sesuatu yang hilang dari peran dan fungsi para pewaris negeri ini secara mayoritas, yaitu peran Intelektual Akademisi yang contentnya memiliki cita-cita jelas yang didasari oleh keyakinan mereka untuk bersungguh-sungguh dan serakah untuk menguasai keilmuannya. Dengan hembusan nafas kencang hidup disebuah instansi pendidikan tertinggi dan memendam impian besar untuk negerinya dari kampus itu masih dianggap sebagai benteng moral bangsa yang obyektif dan ilmiah. Oleh karena itu, peran inilah yang harus menjadi prioritas utama dalam gerakannya untuk melahap keilmuan aplikatif yang ada didepan matanya serta memaksimalkan setiap kesempatan.

Berikutnya peran penting kedua yang juga menjadi gelar kehormatan tersendiri bagi pemuda dan Mahasiswa yaitu sebagai agent of change (agen perubah), bahkan dipercaya sebagai director of change (pengatur perubahan). Karena setiap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat mereka sering menjadi pemicu dan pemacu serta inisiator strategis dalam bentuk teoritis maupun praktis. Contohnya adalah Mahasiswa menyusun sistem organisasi kemahasiswaan secara desentralisasi (otonomi), dikemudian hari negara pun memberlakukan sistem otonomi daerah. Yang lebih dahsyat lagi Mahasiswa menginisiasi pemilihan langsung Presiden Mahasiswa, dan kini Presiden Indonesia pun dipilih secara langsung oleh rakyat Indonesia.

Fungsi dan peran reformis berikutnya adalah sebagai iron stock (cadangan masa depan) yang dimana Mahasiswa merupakan calon-calon pemimpin masa depan. Mereka adalah kuncup yang perlu dipelihara supaya tumbuh berkualitas dan berkembang menjadi bunga-bunga bangsa. Karena baik buruknya sebuah bangsa tergantung kepada baik buruknya pemuda dan Mahasiswa saat ini. Banyak pemimpin yang sudah tidak becus lagi mengelola negeri ini dan sudak layak untuk berdiri dan keluar dari kursi dan kantor birokrasi agar segera digantikan oleh Mahasiswa berkepribadian konfrehensif. Karena bukan suatu lelucon kaum intelektual dipimpin oleh seorang perampok yang banyak merampas hak-hak rakyatnya. Dan seperti ini realitasnya di Indonesia serta menjadi PR bersama yang harus dituntaskan.

Hakikat Dasar Pendidikan

Dalam bahasa Inggris istilah pendidikan adalah education, dan dalam bahasa arab disebut Tarbiyah. Untuk memahami tujuan akhir pendidikan yang idealis dan rencana strategis untuk mewujudkannya perlu memahami dulu definisi dan hakikat pendidikan itu sendiri, sehingga diketahui pos-pos dimana pemuda dan Mahasiswa berkontribusi didalamnya. Dari berbagai referensi yang mendefinisikan pendidikan saya lebih sepakat dari pernyataan pakar pendidikan kontemporer dari timur tengah yaitu Abdurrahman Al-Bani karena lebih konfrehensif dan jelas. Bahwa pendidikan adalah menjaga, memelihara, mengembangkan bakat dan potensi sesuai dengan karakteristik anak didik serta mengarahkan seluruh potensinya samp[ai mencapai kebaikan dan kesempurnaan atau keutuhan sebagai manusia. Dari situ kita bisa mengamati ada pointer penting yang menjadi content dari makna pendidikan yaitu harapan adanya reformasi yang terjadi dari setiap diri anak didik dan sosialnya. Jadi merubah dan perubahan merupakan hakikat pendidikan, dimana merubah merupakan prosesnya dan perubahan adalah outputnya.

Para pakar mengidentikkan pendidikan dengan kemajuan dan perbaikan, oleh karena itu mereka memandang sebuah aktivitas kependidikan yang tidak membawa kemajuan dan perbaikan malah mungkin bertolak belakang, tidak dapat dikatakan pendidikan. Oleh karena itu kemajuan dan perbaikan individu dan sosial kemsyarakatan merupakan suatu keniscayaan bahwa bangsa ini pun menjadi Negara maju dan terus mengalami perbaikan tiap harinya.

Sesuai dengan konsep The Best Revolusioner Kehidupan yaitu Muhammad bin Abdullah mengatakan jika hari ini baik dari hari kemarin maka kemajuan dan kemenaganlah yang terjadi, tapi jika hari ini sama dengan hari kemarin maka kerugianlah yang terjadi, dan jika hari ini lebih jelek dari hari kemarin maka celakalah negeri ini. Penampakan yang terjadi justru semakin buruk saja kondisi kehidupan negeri ini disetiap sektornya, termasuk disektor pendidikan. Kita bisa melihat kenyataanya bahwa pengangguran yang terjadi di Indonesia ternyata banyak dicetak oleh SMA dan Perguruan Tinggi. Ada apa dengan pendidikan Indonesia? Kesalahan sistemkah atau orang-orang yang menjalankan sistem itu sendiri? Entahlah, yang pasti seperti itulah realitas yang terjadi. Kalau boleh jujur dan berani saya mengatakan kesalahannya ada disistem dan pada sebagian aktor pendidikan yang didalamnya ada pendidik dan peserta didik. Tapi lebih tepatnya bukan pendidik tapi pengajar. Termasuk dalam instansi pembelajaran bahwa tidak ada substansi pendidikan didalamnya tapi pengajaran. Karena hasil dari pembelajaran mayoritas tidak terdidik, walau pun wawasan keilmuannya ada tapi moral atau kepribadiannya hancur. Birokrasi yang korupsi sudah cukup menjadi contoh bahwa pembelajaran yang ada hanya teori saja yang didapat, sedangkan aspek perubahan dan perbaikan dirinya kosong. Gelar seseorang misalkan Doktor dan wawasan keilmuannya mumpuni, tapi kenapa dia korupsi? Karena moral dia tidak tersentuh dan tidak tereformasi dalam pembelajarannya. Orientasi pembelajaran kita lebih mengedepankan nilai nominal, sedangkan nilai kompetensi dalam penguasaan keilmuannya yang aplikatif itu ada yang hilang. Buktinya yang dikejar para Mahasiswa adalah nilai ujian atau IPK dan sukses dalam sidang, bukan penguasaan ilmu yang dikejar. Akhirnya banyak pengangguran setelah lulus, karena tidak bisa mengaplikasikan keilmuannya. Tapi ada juga output yang dihasilkan mampu mengaplikasikan keilmuannya, misalkan yang dari akuntansi mampu bekerja menjadi sekretaris perusahaan, atau yang dari hukum mampu bekerja di pemerintahan. Tapi kenapa dia yang bekerja sebagai sekretaris dan di kepemerintahan tidak sedikit yang korupsi! Hanya satu jawabannya, karena dia tidak terdidik. Dia hanya mendapatkan materi, tapi sisi spiritualnya tidak tersentuh.

Penutup

Kemajuan dan perbaikan juga merupakan suatu harapan besar dari setiap elemen pendidikan, tetapi problemnya ada di prosesnya bagaimana mewujudkan itu semua, karena sering juga dijumpai kesalahan.

(040193)

10 TAHUN BERSAMA KAMMI

Alhamdulillah segala puji bagi allah SWT yang telah menciptakan alam beserta Isi-Nya yang begitu sempurna, Shalawat dan salam atas junjungan nabi besar Muhammad SAW, keluarga, Sahabat beliau sekalian yang telah membawa agama islam ini menjadi agama yang sempurna dan Damai bagi seluruh alam.

Sebelum saya menuliskan artikel ini marilah kita mengetahui  sejarah berdirinya KAMMI secara singkat.

 Munculnya gagasan pembentukan kesatuan aksi bagi mahasiswa muslim adalah ide spontan yang muncul selama diskusi-diskusi dalam sidang komisi FSLDK(forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus) Nasional ke-X yang berlangsung sejak Jum’at-Ahad, 25-29 Maret 1998, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada kesempatan itu hadir sekitar 64 kampus dari 69 LDK dengan sekitar 64 kampus dari 69 LDK dengan sekitar 200 peserta. Peserta FSLDK saat itu berasal dari berbagai kampus di jawa, sumatera, dan Kalimantan. Dari diskusi-diskusi di sidang komisi, peserta FSLDK sepakat menindaklanjuti gagasan tersebut dalam forum khusus di luar agenda yang disusun semula.FSLDK Nasional ke-X yang direncanakan akan disi Pangkostrad Letjend  Prabowo Subianto mengenai “Peranan LDK dalam Mempersiapkan Komponen Dasar dan Komponen Khusus HANKAMNAS Menuju Milineum III” serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Amein Rais mengenai “Politik Umat Islam Pasca-SU MPR” gagal terlaksana karena keduanya berhalangan hadir. Sidang pleno akhir memutuskan Pusat Komunikasi Nasional (PUSKOMNAS) LDK diserahkan kepada Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS)-nya dan penyelenggaraan FSLDK Nasional pada 2000 diberikan kepada Universitas Indonesia (UI) (Press Release:Dari Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus ke-X se-Indonesia: Deklarasi Malang Lahirkan KAMMI

 

Berikut ini saya lampirkan Deklarasi Malang

Bismillahirrahmanirrahim

Didasari keprihatinan mendalam terhadap krisis nasional yang melanda negeri ini dan didorong  tanggung jawab moral terhadap penderitaan rakyat yang terus berlangsung serta itikad baik untuk berperan aktif dalam proses perubahan dan perbaikan, maka kammi segenap mahasiswa muslim Indonesia mendeklarasikan lahirnya:

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

(KAMMI)

 

Selanjutnya, KAMMI menempatkan diri sebagai bagian tak terpisahkan dari rakyat dan akan senantiasa berbuat untuk kebaikan bangsa dan rakyat Indonesia.

 

Malang, 29 Maret 1998

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

(KAMMI)

 

Dewan Pengurus

 

Ketua Umum                                                                                              Sekretaris Umum

 

 

Fahri Hamzah                                                                                              Haryo Setyoko

 

 

 

Tepatnya tanggal 29 Maret nanti usia organisasi mahasiswa (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, KAMMI), sudah memasuki usia 10 tahun. Memang tidak terasa sudah 10 tahun kita membawa dan berlabuh membawa organisasi ini oraganisasi mahasiswa yaitu: Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau disingkat KAMMI.organisasi ini masih mudah kalau kita katakan masih usia anak SD yang baru kelas 5, tapi Organisasi ini sangat berguna dan bermanfaat bagi seluruh kader dan masyarakat Indonesia pada khususnya. Saya menulis artikel ini saya tujukan kepada seluruh kader KAMMI yang ada di seluruh Indonesia pada umumnya dan khususnya lagi saya seluruh kader KAMMI Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) karena saya memasuki oraganisasi ini sejak tahun 2004, ketika itu saya  masuk kuliah di Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Agustus 2002. Oleh karena itu mari kita renungi perjalanan KAMMI mulai dari 1998 sampai 2008 apa yang telah kita berikan pada rakyat yang pada saat terus menderita mulai kelaparan mulai dari aceh tenggara-sampai di Sulawesi, yang saya tidak habis pikir kenapa di aceh sendiri yang telah diberikan otonomi khusus masih ada rakyat yang kena gizi buruk, kemudian satu hal lagi yang sampai sekarang masih dalam pikiran saya di kabupaten aceh utara yang APBD-nya hampir 1 T alias Satu Triliunnn lebih tapi banyak rakyatnya terus miskin.kalau kita bandingkan dengan propinsi Sumatra Utara yang APBD-nya tidak sampai 1 T. coba anda bayangkan sendiri!. Kemudian di Sulawesi ada penderita gizi buruk yang telah meninggal gara2 kelaparan. Coba anda bayangkan sendiri!. Kemudian Harga Sembako Mahal mulai dari minyak goreng sampai bahan pokok.gara2 kenaikan sembako ada masyarakat jawa yang memasak nasi yang sudah basi atau nasi kemarin. Coba anda bayangkan! Oleh karena itu dengan Milad KAMMI yang ke-10 ini mari kita rapatkan kembali barisan kita.Masih banyak tugas dan Amanah pada Rakyat yang harus kita berikan.kepada kader KAMMI yang telah duduk di PARLEMEN jangan lupa pada rakyat yang sampai saat ini masih menderita, mau dibawa kemana lagi Negara Indoensia ini, Negara yang begitu banyak kekayaan alam-nya, tapi Negara termiskin, saya jadi malu.sebetulnya masih banyak lagi yang harus saya tulis berhubung artikel ini hanya dipublikasi kan di situs saya menyambut Milad KAMMI ke-10, insya allah di lain waktu lagi saya lanjutkan. Sebelum saya akhirnya artikel yang saya tulis ini, Saya ucapkan Selamat Milad KAMMI yang ke-10 kepada seluruh kader KAMMI smoga KAMMI ke depan tetap dijalan Misi dan Visi-Nya yang dulu.

Terakhir, smoga artikel ini bermanfaat bagi saya sendiri, Rekan-Rekan kader KAMMI kalau ada kesalahan dalam penulisan artikel ini saya mohon maaf yang sebesar-Nya, karena saya baru belajar menjadi penulis. Sekian.Jazakumullah ahsanal jazaa.

 

                                                                    Wassalam,

                                                                        Penulis

                                       Binjai, Sumut, pukul 23.00 (28 Maret 2008)

 

 

                                                                  Ibrahim, ST

                       Mantan Sekum Komsat KAMMI Aceh Utara

                                                        

 

 

 

 

Incredible Resources


Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki sumber daya yang begitu melimpah. Sumber daya alam berupa hutan yang kita miliki luasnya mencapai 122 juta hektar dari luas hutan di dunia sebesar 830 juta hektar (1984). Kita juga mempunyai lautan dengan berjuta potensi di dalamnya. Keanekaragaman hayati yang hidup di sepanjang 81.000 km garis pantai Indonesia, membuat bangsa lain tercengang melihat potensi laut yang dimiliki oleh negeri ini.

Sumber daya alam yang berada di bawah bumi juga sangat menggiurkan. Blok Cepu, sebuah kawasan kaya minyak di Jawa Tengah yang dioperatori oleh ExxonMobil, perusahaan minyak asal Amerika Serikat ternyata menurut para ahli pertambangan, memiliki cadangan minyak sebesar 2,6 milyar barel dan cadangan gas alam sebesar 11 trilyun kaki kubik. Sadar atau tidak, jika kita menghitung berapa banyak cadangan minyak dan gas alam dari Sabang sampai Merauke, pastilah membuat kita takjub dan bersyukur atas kebesaran Allah SWT.

Selain sumber daya alam yang begitu melimpah, sumber daya manusia Indonesia juga patut diperhitungkan. Jumlah penduduk yang sangat banyak adalah salah satu modal bagi bangsa ini untuk terus maju menjadi bangsa yang besar. Prof. Donald Emmerson, Seorang pengamat masalah Indonesia dari University of Winconsin mengatakan, “Indonesia has incredible resources, not just oil and gas, but an incredibly resilient, creative people.” (“Indonesia memiliki sumber daya yang luar biasa, bukan hanya minyak dan gas, melainkan juga sumber daya manusia yang luar biasa ulet dan kreatif”).

Dari berbagai sumber daya yang dimiliki, ada sebuah pertanyaan yang harus kita jawab, kita yang muslim ini, mengapa Indonesia tidak juga menjadi negara yang maju ?

Pengertian negara maju yang kita fahami bukan dalam perspektif sempit barat yang hanya mengkooptasi ruang lingkup maju sebatas penguasaan terhadap teknologi saja, tapi maju yang kita fahami sebagai seorang muslim adalah negara yang masyarakat didalamnya senantiasa memegang teguh Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kedua pedoman tersebut mengajari kita tentang seluruh aturan tentang aspek-aspek kehidupan, tidak terkecuali penguasaan terhadap teknologi. Inilah yang seharusnya menjadi jati diri kita sebagai seorang muslim.

Ketimpangan atas moralitas sumber daya manusia ternyata memberikan dampak yang luar biasa bagi negeri ini. Korupsi, kolusi dan nepotisme bukan lagi hal yang tabu bagi masyarakat kita. Wabah ini semakin merajalela dari tingkat birokrat sampai kalangan masyarakat kecil sekalipun.

Sejarah bangsa ini dimulai dengan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu kita. Mereka berjuang tanpa kenal lelah dan syahid di medan perang. Hasilnya pun tak sia-sia, Allah memberikan ganjaran yang setimpal, yaitu kemerdekaan Indonesia. Tetapi sayang, karakter pejuang para pendahulu, hari ini tidak dicontoh oleh sebagian besar para pemimpin kita. Nilai-nilai spiritual kandas karena diterpa hawa nafsu duniawi yang semakin menggila.

Manifestasi syukur kepada Allah SWT diantaranya adalah mewujudkan kombinasi dua sumber daya yang kita miliki. Semua potensi sumber daya negeri ini harus diurus oleh orang-orang yang memiliki kemampuan intelektual dan moralitas yang terjamin dan bisa dipertanggungjawabkan.

Wallahu’alam bishshawab

*Sekum KAMMI Daerah Bandung
____ Selamat Milad KAMMI______

SBY Tidak Serius Menangani Kasus BLBI: Rakyat Menggugat !!


SUDAH sebulan ini kasus BLBI mulai ramai lagi di arena politik negeri ini. Maklum kasus ini merugikan uang negara hampir 600 trilyun. Bukan angka yang kecil, bahkan nilainya hampir sama dengan nilai hutang luar negeri Indonesia. Ramai-ramai DPR pun mengajukan interpelasi terkait kasus ini. Namun untuk kesekian kali pula, SBY tidak hadir dalam sidang Interpelasi yang diajukan oleh DPR. Ini merupakan bukti ketidakseriusan Pemerintahan SBY-JK untuk menyelesaikan kasus ini. SBY tidak merasa kasus ini adalah kesalahan yang dialakukannya. Yang paling ironis SBY justru menyambut dengan karpet merah kedatangan 4 obligor BLBI di Istana.

Penerimaan para obligor BLBI di istana tentu saja merupakan penghormatan yang berlebihan sekaligus tidak wajar bagi para obligor yang sudah berstatus sebagai tersangka korupsi tersebut. Apalagi mengingat, sebagai catatan, pada bulan yang sama Presiden SBY sempat menolak permintaan resmi sejumlah tokoh nasional seperti Try Sutrisno, Amien Rais, Wiranto, Drajad Wibowo, Marwah Daud, dan lain-lain untuk beretemu dalam rangka menyampaikan aspirasi sengketa Blok Cepu. Ketidaktegasan pemerintah juga terjadi terhadap penyelesaian kasus hukum mantan penguasa Orde baru, Soeharto. Sampai pada akhirnya Soeharto meninggal dunia.

Dalam kasus BLBI ini hampir semua pihak berperan melakukan kesalahan. Mulai penyimpangan yang dilakukan oleh BI, Inkonsistensi aparat penegak hukum, KKN dalam BPPN, Mantan Presiden Soeharto, Mantan Presiden Habibie, Mantan Presiden Megawati, IMF dan para Obligor yang saat ini beberapa diantaranya tercatat menjadi orang terkaya di Indonesia. Sungguh ironis negara ini, ramai-ramai pejabat merampok uang negara yang berakibat pada pencabutan subsidi BBM, Pendidikan dan kesehatan. Andai saja SBY serius menangani kasus ini, maka uang sebesar 600 Triliun bisa diselamatkan guna membayar hutang luar negeri Indonesia. Sehingga bukan rakyat yang harus menanggung bebannya melalui pajak dan pencabutan subsidi.

Dalam kaitan ini, kami menuntut pemerintah, DPR, dan institusi penegak hukum untuk melaksanakan 10 langkah sebagai berikut:

1.Menuntaskan penyelesaian kasus BLBI secara hukum, melalui proses yang objektif, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan publik, serta di sisi lain bebas dari konspirasi, negoisasi-negoisasi rahasia, deal-deal politik, dan berboncengan kepentingan-kepentingan tertentu yang menjadikan obligor sebagai objek pemerasan belaka. Kasus BLBI harus dituntaskan sekali untuk selamanya, once forever!

2.Mencabut Inpres No. 8 Tahun 2002 tentang release and discharge dan meninjau ulang seluruh perangkat kebijakan lainnya terkait penyelesaian kewajiban BLBI yang tidak adil dan hanya memberi keuntungan dan keringanan sepihak bagi para obligor.

3.Menuntut IMF untuk bertanggung jawab atas manipulasi dan tekanan yang dilakukannya terhadap Pemerintah Indonesia di saat krisis pada tahun 1997, sehingga menyebabkan lahirnya berbagai kebijakan yang hjustru menghancurkan sendi-sendi perekonomian Indonesia.

4.Menciptakan terobosan untuk mempercepat proses penyelesaian kasus BLBI dengan membentuk Pengadilan Ad-Hoc dan menerbitkan PP atau Perpu yang mengatur pemberlakuan asas pembuktian terbalik bagi pelaku korupsi.

5.Mendesak Jaksa Agung agar segera menuntaskan skandal korupsi BLBI dan menyeret pelaku-pelakunya ke pengadilan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

6.Menyita aset dan kekeyaan obligor yang hingga kini tidak menyelesaikan kewajibannya.

7.Mengusut tuntas dan mengadili semua pejabat negara yang terlibat dalam berbagai penyimpangan yang terjadi dalam kasus BLBI, mulai dari pembuatan kebijakan, pelanksanaan pengucuran, hingga penggunaan BLBI.

8.Mengupayakan seoptimal mungkin pengembalian uang negara yang telah terkucur melalui BLBI dan berbagai kebijakan penggelontoran uang negara lainnya ke sektor perbankan di saat krisis.

9.Melakukan upaya untuk menghentikan pemberian subsidi bagi pihak perbankan melalui penghentian pembayaran bunga obligasi rekap.

10.Menghentikan divestasi saham-saham pemerintah pada bank-bank rekap, sampai obligasi rekap yang berada pada bank bersangkutan berhasil ditarik seluruhnya oleh pemerintah.

Secara khusus, kami pun menghimbau para obligor untuk menggunakan hati nuraninya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum serta mengembalikan uang negara yang telah dinikmatinya kepada pemerintah. Berhentilah membebani rakyat Indonesia dengan pembayaran kewajiban utang yang bahkan tidak sedikitpun mereka rasakan!!

Sumber Tulisan: Buku ”Skandal BLBI: Ramai-ramai Merampok Negara”, Marwan Batubara, dkk. Penerbit Haekal Media Center (edo segara)